Oleh : Ir. Achmad Rizal, M.Si.
Sedahsyat apa pun badai persoalan, seberat apa pun himpitan beban, seorang mukmin senantiasa percaya akan pertolongan Allah. Bahwa, Allah memberikan pertolongan kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya. Masalahnya, apakah kita ini pantas ditolong? Bahkan, pantaskah kita mengharapkan pertolongan-Nya? Maling tak pantas mengharap pertolongan polisi. Ia harus insaf dan bertobat dulu. Demikian pula adab kita di hadapan Allah. Kita boleh mengharap pertologan Allah kalau kita pantas. Kapan? Setelah kita insaf, bertobat, dan membaguskan agama-Nya.
Dalam sebuah hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Asaakir, dari Jabir bin Abdillah RA, dari Rasulullah SAW, Allah berfirman, “Inna hadza diinun irtadloituhu linafsi, lan yushlihahu illaa as-sakhoo-u wa husnul khuluq, fa akrimuuhu bihima maa shohibtumuuhumaa, inilah agama yang Aku ridhai untuk diri-Ku. Tidak ada yang mampu membuatnya bagus, kecuali kedermawanan dan akhlak yang bagus. Karena itu, muliakanlah agama ini dengan yang dua itu selama kamu melestarikannya.” Baca selebihnya »
Filed under: Lentera Hati | Ditandai: akhlak, harta, kedermawanan | Tinggalkan sebuah Komentar »